Oleh : Iswar Hamdi*
Teng, teng, teng, teng… Suara kaleng berjatuhan dari karung seorang kakek. Kakek tersebut sedang membawa karung yang berisi banyak kaleng. Dia tidak menyadari bahwasa karung yang dibawanya itu berlubang sehingga kaleng yang dibawanya berjatuhan satu per satu. Kakek tersebut tidak mendengar suara ribut itu, dikarenakan dia ada sedikit bermasalah dengan pendengarannya.
Siang hari itu, ketika si kakek sedang berjalan tanpa menyadari bahwa isi dari karungnya itu sudah hampir habis, tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang berlari menghampirinya dan berkata, “Kek, berhenti Kek, isi karung Kakek sudah berjatuhan!” sembari lelaki itu berlari sigap membantu kakek itu mengutip semua kaleng yang berserakan di sepanjang jalan. Lelaki itu berama Andre.
Andre duduk kelelahan setelah membantu kakek tadi. Sebuah mobil berhenti tepat di samping Andre duduk. Kemudian keluarlah seorang laki-laki dari mobil tersebut, ternyata mobil itu milik Roni, temannya Andre. Kemudian Roni berkata, “Aku nggak menyangka, Ndre, tenyata kamu itu pemulung sampah,” ujar Roni dengan nada sombong menyepelekan.
Seketika Andre kaget melihat Roni turun dan menyapanya hanya untuk mengatakan hal itu. Andre merasa tersinggung dan langsung berdiri mengambil ponsel dari kantong celananya, “halo, bisa jemput aku sekarang?”
Tak lama kemudian, datang pula mobil yang menjemput Andre. Ada dua orang berkaca mata hitam keluar dari mobil itu. Roni masih dengan sinis berdiri di samping Andre dan seperti menuntut penjelasan.
“Coba jelaskan pada pria ini siapa saya!” perintah Andre serta merta pada dua orang berkaca mata yang langsung tiba sesaat setelah Andre menelepon.
“Jadi, Pak Andre adalah pemilik salah satu tambang emas terbesar di Indonesia,” Jelas mereka kepada Roni. Ketika mendengar hal itu, Roni sedikit agak sangsi, tapi ia pun terlihat malu dan langsung meninggalkan Andre.
Pelajaran moral yang bisa kita ambil dari cerita singkat di atas adalah, menjadi seorang manusia, jangan pernah bersikap sombong, karena masih banyak orang yang lebih hebat dari kita, di atas langit, masih ada langit. Janganlah pernah malu untuk menolong orang yang memerlukan pertolongan, karena suatu saat kita juga akan memerlukan pertolongan orang lain.
Banyak hikmah yang bertebaran di sekitar kita, saat kita berusaha mencari hidayah dan berniat berubah ke arah yang lebih baik.
*Santri kelas I Aliah Baitul Arqam
Tinggalkan Komentar