Aceh Besar–Santri Pesantren Baitul Arqam ikuti kelas motivasi, Sabtu 10/02/2024 di musala Baitul Arqam. Kelas motivasi kali ini disampaikan oleh seorang psikolog muda, Irma Oktafianti, M.Si., Psikolog yang hadir sebagai Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Penelitian Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Aceh.

Seminar ini dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan diikuti oleh seluruh santri Tsanawiyah dan Aliyah Baitul Arqam. Para santri antusias dengan paparan yang disampaikan oleh narasumber karena tema ini cukup relevan untuk usia pelajar, terutama santri kelas 6 yang akan mengikuti tes ujian masuk perguruan tinggi, juga bagi santri kelas 4 dan 5 yang akan memilih jurusan di perkuliahan nanti.
Selain menyampaikan tentang definisi bakat dan bagaimana mengenali potensi diri, pemateri juga memberikan gambaran beberapa profesi yang sesuai dengan minat bakat seseorang. Hadir pula para pengasuh asrama Baitul Arqam untuk menyimak pemaparan materi agar bisa mencermati para santri dan turut mendorong dan memaksimalkan potensi diri santri.
“Kami merasa senang dengan ilmu baru yang kami dapat hari ini, ternyata potensi-potensi itu lahir diawali minat dan bakat diri juga, dan ternyata minat dan bakat itu ada perbedaannya, Bakat adalah kelebihan yang dimiliki seseorang sejak ia dilahirkan. Minat merupakan ketertarikan pada suatu hal yang apabila dilakukan akan lebih menyenangkan. Sedangkan potensi adalah suatu kemampuan yang diasah secara terus menerus sehingga membuat hasil menjadi lebih maksimal.” kata Nailah santri kelas 8 Tsanawiyah Baitul Arqam.
Irma juga menjelaskan beberapa hal dasar, seperti tentang apa itu psikolog dan dijelaskan juga seberapa pentingnya mengenali diri, karena dengan mengenali diri, seorang individu dapat memaksimalkan usaha-usaha untuk mengembangkan kemampuan diri kita sendiri. menurut dunia psikologi terdapat empat kecerdasan di antaranya yaitu, intelligence quotient (IQ), emotional quotient (EQ), spiritual quotient, dan adversity quotient. Keempat kecerdasan tersebut, menurut Irma lagi, bisa dikembangkan dan diasah sesuai dengan minat yang dimiliki.
“Beberapa tes kecerdasan bisa dilakukan dengan serangkaian tes yang dilakukan oleh ahli. Saya melihat di Baitul Arqam ini para guru, pengurus, dan pembinanya sangat baik dalam memfasilitasi anak-anaknya agar giat mengembangkan diri, terbukti kemarin di saat ada seminar yang diadakan oleh HIMPSI, acara berbayar dan terbuka untuk pelajar, mahasiswa dan umum, hanya Baitul Arqam yang mengirimkan utusan untuk mengikuti seminar tersebut. Seminar tersebut mendatangkan narasumber terbaik di bidangnya. Begitu juga dengan kelas-kelas pengayaan yang diadakan setiap Sabtu yang diisi oleh pemateri lintas profesi. Siswa bisa mendapatkan ilmu langsung dari para maestro,” kata Irma.

Wakil mudir Baitul Arqam, Naufal Hidayat, Lc., M.E. menyatakan, setiap Sabtu pagi diadakan kelas pengayaan yang menghadirkan para ahli di bidang ilmu dan profesinya masing-masing ini. Kelas ini diadakan untuk meningkatkan wawasan para santri mengenai profesi dan bidang-bidang keilmuan praktis yang tidak semua dipelajari di kelas-kelas reguler.
“Agar para santri memiliki motivasi tinggi dalam belajar dan bisa melihat beragam bidang ilmu yang kelak bisa digeluti di masa depan,” pungkas Naufal.[]
Tinggalkan Komentar