Oleh Rahmah Nauli*
Pagi yang sangat indah dengan daun yang berjatuhan, angin yang berlalu lalang, dan matahari yang mulai cerah. Kami santri Baitul Arqam ada kegiatan untuk berkunjung ke Serambi Indonesia, Rabu, 12 Februari 2020.
Ketika kami turun dari mobil sudah mendapatkan Kak Ihan yang jaraknya tak jauh dari kami. Kami melihat dua sosok yang tidak asing lagi di mata kami, yaitu Kak Una dan Ustaz Hayat. Namun, ketika kami memasuki ruangan tetap didampingi oleh Kak Ihan.
Ruangan yang pertama kami masuki adalah ruangan news room yang di mana ruangan tersebut biasanya digunakan untuk rapat redaksi. Kak Una menjelaskan bahwasannya Serambi Indonesia didirikan pada tahun1989.
Pemandangan yang biasa kita jumpai di kantor-kantor, setiap individu sibuk dengan urusannya masing-masing. Di Aceh terdapat beberapa kantor cabang Serambi, di antaranya adalah Banda Aceh, Aceh Barat Daya, juga Lhokseumawe. Di setiap cabang memiliki beberapa wartawan, dan rata-rata adalah laki-laki.
Ada seseorang fotografer di depan kami, beliau adalah Ustaz Hendri. Beliau mengatakan bahwasannya menjadi seorang fotografer itu harus disiplin terhadap waktu, harus lebih lugas, juga harus sabar menunggu momen-momen yang bagus untuk dijadikan sebuah objek yang menarik ketika difoto. Tentunya menjadi seorang fotografer itu memiliki tantangan tersendiri bagi Ustaz Hendri dan fotografer lainnya.
Ruangan kedua yang dimasuki oleh santri Baitul Arqam adalah ruangan radio Serambi FM yang langsung diambil alih oleh Kak Tia, beliau adalah salah seorang penyiar radio di Serambi FM. Dilanjutkan ke ruangan ketiga yang terdapat Kompas TV yang langsung dipaparkan oleh Ustaz Jai.
Ruangan terakhir yang dikunjungi santri adalah ruangan mesin percetakan. Alhamdulliah, kami santri Baitul Arqam kini telah mengetahui bagaimana proses-proses diterbitnya sebuah berita mulai dari diliput hingga dicetak.[]
*Santri Kelas X Baitul Arqam
Tinggalkan Komentar