(Sebuah Refleksi dan Pengingat Diri)
Oleh: Sarikami
Pernahkan kamu mendengar pepatah, “Dunia menganggapmu adalah seseorang tapi, seseorang menganggapmu adalah dunianya.” Ketika seseorang menyayangimu sepenuh hati, janganlah kamu menyia-nyiakan orang tersebut, karena belum tentu dia akan selalu bersamamu, karena bisa jadi ada masanya, suatu saat nanti dia akan meninggalkanmu, sebab tak ada yang abadi di dunia ini.

Jadi, jika ada orang yang baik dan perhatian kepadamu, mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya padamu, janganlah kamu angkuh atau merasa terganggu. Bersyukurlah kamu karena masih ada yang peduli padamu. Seperti orang tua atau saudara yang kerap memberi nasihat dan menegur apa-apa yang salah dalam dirimu. Masih banyak orang di luar sana yang tidak mendapatkan kasih sayang seperti apa yang kamu dapatkan.
Kamu akan mengerti apa itu kasih sayang ketika orang yang menyanyangimu meninggalkanmu untuk selamanya. Kamu mungkin pernah kesal sebagai anak yang beranjak dewasa tapi selalu saja diatur oleh orang lain. Masih saja ada yang menganggapmu anak kecil dan menginginkanmu bersikap begini dan begitu. Mengajarimu mana yang baik dan mana yang tidak baik. Padahal kamu sendiri sudah merasa berilmu dan cukup tahu apa yang menjadi pilihan hidupmu. Namun kamu merasa sebentuk perhatian orang yang menyanyangimu adalah sebuah cara untuk mengekangmu.
Kamu tidak suka diatur dan membenci peraturan, padahal segalanya dibuat untuk kebaikanmu atas dasar rasa kasih sayang. Berbaik sangkalah dalam setiap episode kehidupan, sesungguhnya Allah itu sebagaimana prasangka hamba-Nya.
Tinggalkan Komentar