14 March 2020

Santri Kelas Jurnalistik Baitul Arqam Kunjungi aceHTrend

Saturday, 14 March 2020 Kategori : Berita
By Redaksi -14/03/2020

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Sejumlah santri Pesantren Baitul Arqam, Aceh Besar yang tergabung dalam kelompok kelas jurnalistik mengunjungi Kantor Redaksi aceHTrend di Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Kedatangan para santri tersebut untuk mempelajari tata kelola media siber (online) khususnya yang ada di Aceh, Jumat (13/3/2020).

Kedatangan santri yang didampingi oleh pihak pesantren, Yudi Aswad, diterima langsung oleh Chief Communication Officer (CCO) aceHTrend, Hendra Syah Putra, dan juga dari pihak redaksi, Ihan Nurdin, selaku penerima program fellowship Citradaya Nita 2019 Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara. Dalam hal ini, Ihan Nurdin memilih Pesantren Baitul Arqam sebagai lokasi program.

Dalam kunjungan tersebut, Hendra menjelaskan bahwa di era Revolusi Industri 4.0 dewasa ini, kehadiran media siber merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditolak. Hal ini tak terlepas dari perubahan pola hidup masyarakat dari yang tadinya manual berubah ke pola digital.

“Termasuk pada cara orang mengonsumsi berita atau mendapatkan sebuah informasi. Inilah yang kita sebutkan revolusi digital itu sehingga melahirkan media-media berbasis internet atau media online, salah satunya aceHTrend ini,” kata Hendra.

Dengan adanya media online ini kata Hendra, masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan lebih cepat tanpa perlu menunggu hari berikutnya sebagaimana pada media cetak.

Selama pertemuan, para santri terlihat sangat antusias mendengarkan penjelasan dari Hendra. Mereka tampak menyimak dengan serius dan mencatat informasi-informasi penting yang disampaikan. Kesempatan dalam sesi bertanya juga tidak disia-siakan santri karena nantinya mereka akan menuliskan hasil kunjungan ini menjadi sebuah tulisan.

Sejumlah santri bertanya beberapa hal terkait pengelolaan media, seperti bagaimana alur pengiriman tulisan ke sebuah media dan apa itu dewan pers. Ada juga yang bertanya bagaimana caranya menghasilkan karya tulis yang enak dibaca dan tetap bernilai. Untuk mengapresiasi santri, Hendra juga memberikan hadiah berupa buku kepada santri yang mengajukan pertanyaan.

“Santri-santri ini memiliki potensi besar, saya sudah membaca tulisan-tulisan mereka yang sebelumnya dimuat di media massa. Bagus-bagus,” ujar Hendra.

Dalam kesempatan itu Hendra juga memotivasi santri bahwa dengan menulis akan membuka cakrawala berpikir mereka dan memberikan kesempatan-kesempatan yang tidak terduga.

“Syaratnya cuma ada tiga, yaitu konsisten, bersikap jujur, dan melakukan,” ujar Hendra.[]

Source

No Comments

Tinggalkan Komentar