27 December 2021

Libur Semester, Santri Baitul Arqam Tetap Produktif

Monday, 27 December 2021 Kategori : Berita

Liburan semester selalu menjadi momen yang ditunggu para santri, selain ingin melepas rindu berkumpul dengan keluarga tercinta, para santri mengakui bahwa libur dari kegiatan sekolah dan asrama merupakan sebuah refreshing yang paling mumpuni untuk mengumpulkan amunisi enam bulan ke depan.

Namun, ada satu hal yang kadang luput ketika liburan semester tiba, para santri melupakan kebiasaan baik yang telah dibina selama dalam lingkungan pesantren, seperti salat berjemaah, kemandirian, dan inisatif. Pesantren Baitul Arqam membekali borang mutaba’ah bagi para santri dalam upaya menjaga konsistensi dan komitmen menjalankan kebiasaan baik di mana pun berada.

“Form yang kita berikan ini salah satu bentuk usaha agar pembinaan antara orang tua dan para ustaz pengasuh bisa sinergi, sementara untuk santri sendiri, ini merupakan ikhtiar untuk menjemput hidayah. Terkadang benar juga kata orang bijak, ala bisa karena biasa. Kalau belum biasa juga, ala bisa karena terpaksa. Mudah-mudahan para santri kita menjadikan ibadah-ibadah sunnah dan kebiasaan baik itu menjadi bagian dari diri mereka, di mana pun berada.” kata Naufal Hidayat, Lc., Kepala Dayah Pesantren Baitul Arqam.

Abyan Maulana Al-Ahmadi, salah satu santri kelas VII MTs Baitul Arqam, mengisi liburan produktifnya dengan membantu orang tuanya menyelesaikan tugas-tugas domestik.

“Assalamu’alaikum, maaf Ustaz/ah, izin menyampaikan kegiatan Abyan Maulana pada hari Ahad, 26/12/2021, membantu pekerjaan orang tua di rumah.” lapor Ahmadi, ayahnya, di grup wali santri Baitul Arqam dengan melampirkan beberapa foto ananda yang sedang membantu memanen dan membuka sabut kelapa.

Sementara itu Jumat (24/12/2021) Muhammad Rasya, Hafiz Fitra, dan T. Khalifah Dinar, santri Aliyah baitul Arqam, menyempatkan diri hadir ke pesantren untuk ikut menyortir ikan lele di kolam bioflok yang terdapat di belakang musala pesantren.

Menurut Luthfi Mansyurni, Lc., Kepala Madrasah Aliyah Baitul Arqam, yang sempat menemani santri-santri menyortir lele, kolam bioflok yang produktif ada satu, ke depan akan diaktifkan seluruhnya. Kolam tersebut, menurut penuturannya, sebenarnya berjumlah sembilan. “Walau ada Bapak yang bertanggung jawab sebagai pengelola bioflok, kami melibatkan anak-anak agar mereka mendapatkan ilmu dan pengalaman langsung di lapangan tentang manajemen budidaya lele ini. Apalagi saat liburan, mereka sendiri yang berinisiatif ingin mengimplementasikan teori yang sudah didapatkan di kelas. Mereka memang terbiasa dengan jadwal harian asrama, merasa perlu juga mengisi kegiatan libur agar lebih produktif, tapi tetap menyenangkan.” pungkas Luthfi.[]

No Comments

Tinggalkan Komentar