22 July 2019

Pesantren Baitul Arqam Gelar Warkshop Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Monday, 22 July 2019 Kategori : Uncategorized

Kota Jantho (Burhan)– Memasuki tahun ajaran 2019/2020, Dayah Pesantren Baitul Arqam mengadakan workshop Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Kependidikan dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran bagi seluruh tenaga pendidik. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Rapat Gedung Biro Universitas Muhammadiyah Aceh, Batoh., dari tanggal 20-22 Juli 2019.  dihadiri sekitar 50 guru, baik tenaga pengajar tetap, honorer, dan guru penerima tunjangan sertifikasi yang bertugas mengajar di Pesantren Baitul Arqam dan akan berlangsung selama 3 (tiga) hari).

Kegiatan lokakarya ini turut dihadiri Kakankemenag Aceh Besar yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Suryadi, S.Ag. Pada kesempatan itu Suryadi mengapresiasikan kegiatan ini atas inisiatif pihak yayasan untuk peningkatan mutu di Dayah Pesantren Baitul Arqam.

Kepala Madrasah Aliyah Baitul Arqam, Luthfi Mansyurni, Lc., mengatakan seluruh dewan guru diwajibkan hadir untuk mengikuti workshop ini sampai selesai. Selain materi mengenai penyusunan perangkat pembelajaran, tenaga pendidik juga dibekali dengan keterampilan IT. Narasumber berasal dari dewan Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Ratna Zaidah, S.Ag., M.Ed yang merupakan pengawas teladan se-Aceh tahun 2018, Rosyidah, S.Ag., M.A, salah satu pengawas terbaik tingkat Mts Kabupaten Aceh Besar dan dari staf Baitul Arqam yang menguasai IT.

“Sebagai pesantren yang mengusung Jurnalistik dan IT sebagai program unggulannya, Pesantren Baitul Arqam akan terus meningkatkan pengetahuan seluruh tenaga pendidik, seluruh tenaga pengajar wajib meng-upgrade ilmu, kerena para guru merupakan kunci utama dan penentu jalan atau tidaknya pembelajaran.Tanpa adanya guru yang bermutu, pendidikan yang bagus hanya tinggal slogan tak berarti,” ujar Luthfi Mansyurni, Lc., Kepala Madrasah Aliyah Baitul Arqam didampingi kepala MTs Baitul Arqam Hasballah, SE.

Dalam kata sambutannnya, Teuku Azhar Ibrahim, Lc., selaku Wakil Mudir Baitul Arqam mengharapkan, setelah workshop ini harus ada hasil konkret berupa kelengkapan perangkat pembelajaran sebagai pegangan untuk semua mata pelajaran umum dan dayah, harus ada output yang tuntas dari workshop ini.

 “Sebagai lembaga pendidikan, Baitul Arqam harus profesional, begitu juga guru-gurunya apalagi murid zaman sekarang sudah lebih maju daripada guru. Guru sebagai petuah hasanah, anak-anak ditanamkan nilai-nilai dengan metode internalisasi, yaitu penanaman nilai-nilai untuk anak didik di Pesantren Baitul Arqam. Sebagai guru zaman sekarang harus terus berinovasi, memiliki literatur dan referensi yang mumpuni,” ungkap T. Azhar.

 

Sumber Kemenag Aceh

No Comments

Tinggalkan Komentar