2 February 2020

Saya Ingin Menjadi seperti Rohana Kudus

Sunday, 2 February 2020 Kategori : Pojoksantri

Oleh : Rahmah Nauli*

 

Rohana Kudus, Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia

Hari ini, Sabtu, 1 Februari 2020 saya dan teman-teman ikut kelas menulis.  Saya sangat bersyukur hadir di pertemuan keempat kali itu dan bertemu dengan dua mentor, yaitu Firdaus D. Nyak Idin dan Mawaddatul Husna.

Mentor Firdaus yang berlatar belakang sebagai Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh menyampaikan materi tentang gender. Sementara itu, mentor Husna, sesuai dengan profesi yang dijalaninya kini, menyampaikan materi tentang profesi jurnalis perempuan.

Kedua materi tersebut sangat memotivasi saya dalam menulis dan memberikan pemahaman yang benar mengenai gender. Bahwa perbedaan perempuan dan laki-laki itu adalah dari segi fisik dan sunatullah (kodrat), sementara itu perbedaan-perbedaan lainnya bahwa wanita harus mengurusi sumur, dapur, kasur, dan bertanggung jawab mendidik anak, adalah sebuah konstruksi sosial saja.

Sebenarnya perempuan dan laki-laki bisa saling bekerja sama dalam hal yang disebutkan di atas. Seperti mentor Husna pun bekerja sebagai jurnalis dan bisa melakukan liputan yang hebat sebagaimana yang dilakukan jurnalis lelaki, bahkan dengan profesinya kini, Husna bisa membantu perkekonomian keluarganya.

Di kelas kali ini, tidak semua teman bisa mengikuti materi karena sebagian sedang dalam masa persiapan Kompetisi Sains Madrasah yang akan diadakan tanggal 5 Februari ini. Namun saya beruntung tetap hadir dua jam di kelas menulis, walau harus belajar keras untuk persiapan kompetisi ke depan. Sebab saya juga ingin menjadi jurnalis perempuan seperti Rohana Kudus yang diceritakan oleh mentor Husna.

Rohana Kudus merupakan jurnalis perempuan pertama di Indonesia. Di zaman orang-orang masih menganggap profesi jurnalis hanya bisa dilakukan oleh laki-laki, Rohana Kudus sudah mulai menggelutinya dan membuat sejarah di kancah dunia.

Saat ini, banyak perempuan yang berprofesi sebagai jurnalis dan cukup terkenal, seperti Najwa Shihab, pendiri Narasi TV, sebuah platform televisi digital.

Suatu hari saya juga ingin seperti mereka untuk mengabarkan peristiwa luar biasa ke seluruh dunia.[]

*Santri kelas X Baitul Arqam, peserta Mentoring Jurnalistik

No Comments

Tinggalkan Komentar